Nama : MUHAMMAD REVI CAHYADITYANO
NIM :1301015086
Manajemen
BK Berbasis Sekolah
Manajemen Bimbingan dan Konseling adalah rangkaian kegiatan
yang dilakukan oleh Kepala Sekolah baik secara sendiri termasuk bersama-sama
dengan unsur lain dalam merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan
mengendalikan upaya organisasi bimbingan dan konseling dengan segala aspeknya
agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Dengan demikian
menyelenggarakan manajemen bimbingan dan konseling berbasis sekolah tidak lain
adalah tugas kepala sekolah yang merupakan rangkaian kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan upaya bimbingan dan konseling
secara fleksibel dan partisipatif yang didasarkan pada perundang-undangan yang
berlaku, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah yang bersangkutan.
Mengatasi permasalahan tentang belum optimalnya kontribusi
Bimbingan dan Konseling di SMP dalam menciptakan suasana pembelajaran yang
lebih relevan dengan dimensi pengembangan manusia seutuhnya, serta membantu
siswa menghadapi besarnya tantangan agar mereka mampu mengatasi segala
permasalahan yang dihadapi serta secara efektif mencapai tugas perkembangannya,
maka Kepala Sekolah mempunyai peranan menentukan untuk menerapkan manajemen BK
berbasis sekolah.
Manajemen BK Berbasis Sekolah dilaksanakan dengan cara
mengelola :
1)
Perencanaan yang didasarkan pada :
• Kebutuhan
permasalahan siswa.
• Tujuan
yang ingin dicapai sesuai visi dan misi sekolah.
• Kondisi
fisik, personil dan lingkungan sekolah.
• Prediksi
hambatan yang mungkin timbul.
2)
Pengorganisasian, dengan cara :
• Memberikan
kejelasan tentang kegiatan, rincian tugas, dan mekanisme kerja.
• Memantapkan
struktur sebagai team-work yang solid yang terdiri atas : Kepala Sekolah, Guru
Pembimbing, Wali-wali Kelas, Guru Mata Pelajaran, Pengawas Sekolah, dan
Siswanya.
3) Menggerakkan
dan Mengarahkan Guru Pembimbing dalam menyusun program, melaksanakan, menilai,
menganalisis, dan menindaklanjuti kegiatan layanan BK, serta Melakukan
Supervisi Operasional Layanan / Kegiatan Pendukung.
4) Menyelenggarakan Penilaian, dengan pedoman :
• Menentukan target dengan orientasi mutu sesuai
visi dan misi sekolah.
• Melibatkan berbagai pihak terkait dan
stake-holders.
• Dilakukan terus-menerus.
• Hasilnya dijadikan bahan akuntabilitas sekolah
kepada stake-holders..
5) Menyediakan
Fasilitas, yang menyangkut :
• Penyediaan
ruang kerja dan meubelernya.
• Peralatan
yang mendukung, seperti hard ware dan soft ware KIT-BK.
• Buku
Penunjang tentang petunjuk pelaksanaan dan teknis BK.
• Pengalokasian
dana yang memadai.
Bimbingan
dan Konseling berbasis sekolah yang dilaksanakan secara benar menjadikan
pencapaian tujuan sekolah akan semakin efektif dan efisien. Dengan demikian
Manajemen Bimbingan dan Konseling Berbasis Sekolah merupakan suatu upaya
meningkatkan mutu sekolah itu sendiri khususnya, dan peningkatan mutu
pendidikan umumnya.
Daftar
Pustaka :
Abdorrakhman
Gintings, Esensi Praktis BELAJAR DAN
PEMBELAJARAN.
Humaniora, Bandung, 2007.
Humaniora, Bandung, 2007.
Dirjen
Diknas, Materi Pelatihan Terintegrasi
Pengetahuan Sosial. Jakarta, 2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar