Rabu, 01 Oktober 2014

Artikel Kedua "BK Pada Jalur Jenjang dan Jenis"


Nama : MUHAMMAD REVI CAHYADITYANO
NIM   :1301015086
Manajemen BK Berbasis Sekolah

Manajemen Bimbingan dan Konseling adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah baik secara sendiri termasuk bersama-sama dengan unsur lain dalam merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi bimbingan dan konseling dengan segala aspeknya agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Dengan demikian menyelenggarakan manajemen bimbingan dan konseling berbasis sekolah tidak lain adalah tugas kepala sekolah yang merupakan rangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan upaya bimbingan dan konseling secara fleksibel dan partisipatif yang didasarkan pada perundang-undangan yang berlaku, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah yang bersangkutan.

Mengatasi permasalahan tentang belum optimalnya kontribusi Bimbingan dan Konseling di SMP dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih relevan dengan dimensi pengembangan manusia seutuhnya, serta membantu siswa menghadapi besarnya tantangan agar mereka mampu mengatasi segala permasalahan yang dihadapi serta secara efektif mencapai tugas perkembangannya, maka Kepala Sekolah mempunyai peranan menentukan untuk menerapkan manajemen BK berbasis sekolah.

Manajemen BK Berbasis Sekolah dilaksanakan dengan cara mengelola :
1)    Perencanaan yang didasarkan pada :
  Kebutuhan permasalahan siswa.
  Tujuan yang ingin dicapai sesuai visi dan misi sekolah.
  Kondisi fisik, personil dan lingkungan sekolah.
  Prediksi hambatan yang mungkin timbul.

2)    Pengorganisasian, dengan cara :
  Memberikan kejelasan tentang kegiatan, rincian tugas, dan mekanisme kerja.
  Memantapkan struktur sebagai team-work yang solid yang terdiri atas : Kepala Sekolah, Guru Pembimbing, Wali-wali Kelas, Guru Mata Pelajaran, Pengawas Sekolah, dan Siswanya.

3)  Menggerakkan dan Mengarahkan Guru Pembimbing dalam menyusun program, melaksanakan, menilai, menganalisis, dan menindaklanjuti kegiatan layanan BK, serta Melakukan Supervisi Operasional Layanan / Kegiatan Pendukung.

4)  Menyelenggarakan Penilaian, dengan pedoman :
Menentukan target dengan orientasi mutu sesuai visi dan misi sekolah.
Melibatkan berbagai pihak terkait dan stake-holders.
Dilakukan terus-menerus.
Hasilnya dijadikan bahan akuntabilitas sekolah kepada stake-holders..

5) Menyediakan Fasilitas, yang menyangkut :
  Penyediaan ruang kerja dan meubelernya.
  Peralatan yang mendukung, seperti hard ware dan soft ware KIT-BK.
  Buku Penunjang tentang petunjuk pelaksanaan dan teknis BK.
  Pengalokasian dana yang memadai.

    Bimbingan dan Konseling berbasis sekolah yang dilaksanakan secara benar menjadikan pencapaian tujuan sekolah akan semakin efektif dan efisien. Dengan demikian Manajemen Bimbingan dan Konseling Berbasis Sekolah merupakan suatu upaya meningkatkan mutu sekolah itu sendiri khususnya, dan peningkatan mutu pendidikan umumnya.

Daftar Pustaka :
Abdorrakhman Gintings, Esensi Praktis BELAJAR DAN PEMBELAJARAN.
Humaniora, Bandung, 2007.

Dirjen Diknas, Materi Pelatihan Terintegrasi Pengetahuan Sosial. Jakarta, 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar